Menonton film animasi adalah hal lazim untuk para anak-anak,bahkan remaja dan dewasa memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap animasi,mulai dari tv sampai komik,semuanya tak lepas dari alur cerita yang imajinatif dan terkesan heroik,namun tau kah kalian beberapa fakta kini telah didapatkan seputar dampak positif dan negatif dari menonton film animasi,mempengaruhi imajinasi dan kreativitas, yah okelah pasti ini dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan ide.
Dengan menggunakan teknis animasi modern, ilmu-ilmu yang ditampilkan menjadi tampak hebat, dramatik, dan heroik. Wajar apabila banyak disukai oleh anak-anak. Tapi, di lain sisi, harus diakui, sepanjang film ini selalu tak lepas dari adegan kekerasan. Pertempuran yang tak jarang berujung pada pembunuhan, selalu menjadi pilihan dalam menyelesaikan setiap masalah, yang diangkat sebagai inti cerita. Tidak berlebihan apabila orangtua menjadi khawatir. Ingat cerita Shincan dan Tom and Jery? And apasti tahu sendiri alur cerita dan tingkah polanya.
Lalu bagaimana seharusnya? Film animasi yang bagaimana yang benar-benar ideal untuk anak-anak? Memang sulit untuk menemukannya. Tapi tak menutup kemungkinan, bahwa dampak negatif yang selalu dikhawatirkan masyarakat atas film kartun animasi televisi terhadap anak, bisa diminimalisir.
Lalu bagaimana seharusnya? Film animasi yang bagaimana yang benar-benar ideal untuk anak-anak? Memang sulit untuk menemukannya. Tapi tak menutup kemungkinan, bahwa dampak negatif yang selalu dikhawatirkan masyarakat atas film kartun animasi televisi terhadap anak, bisa diminimalisir.
Mengingat dewasa ini ilmu dan teknik animasi banyak diajarkan secara akademis di perguruan tinggi seni maupun teknik informatika, maka anak bangsa yang handal dan potensial membuat film animasi cukup melimpah. Banyak cerita rakyat dan kisah-kisah budi pekerti yang bisa diaktualisasikan kembali menjadi animasi kartun televisi, sehingga kita tidak dijajah produk film impor, dan tanpa disadari dipaksa untuk permisif terhadap budaya asing melalui setting, istiadat dan perilaku para tokohnya yang belum tentu sesuai dengan budaya Indonesia. komitmen pihak televisi untuk memproduksi film animasi kartun bernuansa budaya lokal, sekaligus sebagai upaya memberdayakan dan mengakomodasi potensi animator dalam negeri.
disisi lain film animasi jutru memberi dampak positif sebagai media pengajaran bagi anak usia dini. Film animasi adalah salah satu media pengajaran yang dapat digunakan untuk menyampaikan bahan ajar pada anak, dengan gambar yang menarik, perhatian anak akan langsung tertuju ke sana sehingga proses pembelajaran dengan menggunakan film animasi akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak.
Tuesday, September 27, 2016
Thursday, September 22, 2016
1001 Alasan Industri Kreatif Digital Animasi Indonesia Belum Geregetan
Hingga saat ini tahun 2016, Indonesia memiliki potensi industri kreatif digital yang sangat menggembirakan, salah satunya film, musik, animasi dan game. Jika dibanding industri kreatif di bidang Film, Musik, dan Game, Animasi yang paling tertinggal jauh. Untuk musik dan film, kita sudah meretas penayangannya ke negara lain, kecuali film animasi yang benar-benar dibuat industri putra bangsa. Namun kedepan, Indonesia memiliki potensi industri kreatif animasi yang sangat menjanjikan sekali.
Meskipun 'katanya' negeri tercinta kita ini sebenarnya memiliki segudang animator yang handal dan telah menghasilkan karya-karya yang mumpuni, namun pada kenyataannya kita sebagai masyarakat awam samasekali belum pernah merasakan yang namanya "menyaksikan kualitas film karya anak negeri yang layak tonton".
Siapa yang tak kenal dengan film animasi buatan luar negeri yang sering ditayangkan di TV nasional seperti Doraemon, Upin Ipin atau Shaun The Sheep. Di Indonesia, ketiga film itu sempat mendulang popularitas. Lalu kenapa film animasi Indonesia kalah populer.
Insan perfilman animasi Indonesia harusnya sudah berfikir membuat film animasi yang berkualitas dan kompetitif jika ingin mampu bersaing dalam menghadapi gempuran film-film dari luar negeri yang kualitasnya sudah tidak diragukan lagi. Harusnya insan perfilman animasi Indonesia tidak hanya "sekedar" membuat film animasi apalagi sampai "asal" membuat film animasi karena setahuku, biaya pembuatan film animasi itu tidak murah, akan sangat disayangkan jika hasilnya tidak memuaskan.
Ada perspesi lain lagi, begini : karena animator di indonesia hanya mendapatkan gaji yang sangat kecil dibandingkan animator2 di Jepang dan di Amerika karena tugas animator di indonesia cuman dipandang sebelah mata di tambah lagi presepsi orang2 kita yg selalu menganggap serial animasi hanya untuk anak-anak.
Namun kita sangat optimis produk animasi buatan Indonesia bisa bersaing dengan asing. Walaupun ada persepsi karya animasi yang dibuat di industri ini belum dihargai sepenuhnya. Bayangkan saja, dengan modal produksi sekitar 100 jutaan, hanya dihargai 10 juta, ya dengan modal 10 juta oleh pihak TV bisa menayangkan film tersebut. Apalagi ditambah image Animasi Belum dipandang secara serius oleh semua pihak sebagai Media Promosi Kebudayaan dan Kebangsaan. Atau bisa saja ini dikarenakan terbatasnya Pemahaman Bisnis Para Pelaku Industri Animasi iyu sendiri. Inilah yang menyebabkan banyak karya animasi luar yang ditayangkan di TV dibandingkan hasil karya anak bangsa sendiri.
Ok, kedepan kita akan bahas bersama solusi jitu dari tokoh sukses animator dunia agar animasi indonesia dapat berkembang maju. Penasaran?
Meskipun 'katanya' negeri tercinta kita ini sebenarnya memiliki segudang animator yang handal dan telah menghasilkan karya-karya yang mumpuni, namun pada kenyataannya kita sebagai masyarakat awam samasekali belum pernah merasakan yang namanya "menyaksikan kualitas film karya anak negeri yang layak tonton".
Siapa yang tak kenal dengan film animasi buatan luar negeri yang sering ditayangkan di TV nasional seperti Doraemon, Upin Ipin atau Shaun The Sheep. Di Indonesia, ketiga film itu sempat mendulang popularitas. Lalu kenapa film animasi Indonesia kalah populer.
Insan perfilman animasi Indonesia harusnya sudah berfikir membuat film animasi yang berkualitas dan kompetitif jika ingin mampu bersaing dalam menghadapi gempuran film-film dari luar negeri yang kualitasnya sudah tidak diragukan lagi. Harusnya insan perfilman animasi Indonesia tidak hanya "sekedar" membuat film animasi apalagi sampai "asal" membuat film animasi karena setahuku, biaya pembuatan film animasi itu tidak murah, akan sangat disayangkan jika hasilnya tidak memuaskan.
Ada perspesi lain lagi, begini : karena animator di indonesia hanya mendapatkan gaji yang sangat kecil dibandingkan animator2 di Jepang dan di Amerika karena tugas animator di indonesia cuman dipandang sebelah mata di tambah lagi presepsi orang2 kita yg selalu menganggap serial animasi hanya untuk anak-anak.
Namun kita sangat optimis produk animasi buatan Indonesia bisa bersaing dengan asing. Walaupun ada persepsi karya animasi yang dibuat di industri ini belum dihargai sepenuhnya. Bayangkan saja, dengan modal produksi sekitar 100 jutaan, hanya dihargai 10 juta, ya dengan modal 10 juta oleh pihak TV bisa menayangkan film tersebut. Apalagi ditambah image Animasi Belum dipandang secara serius oleh semua pihak sebagai Media Promosi Kebudayaan dan Kebangsaan. Atau bisa saja ini dikarenakan terbatasnya Pemahaman Bisnis Para Pelaku Industri Animasi iyu sendiri. Inilah yang menyebabkan banyak karya animasi luar yang ditayangkan di TV dibandingkan hasil karya anak bangsa sendiri.
Ok, kedepan kita akan bahas bersama solusi jitu dari tokoh sukses animator dunia agar animasi indonesia dapat berkembang maju. Penasaran?
Wednesday, September 14, 2016
Luar Biasa, Museum Google bersama Natural History Museum menghadirkan Dinosaurus Hidup Hidup
Kini mahkhuluk hidup berjenis dinosaurus bukan hanya di dalam dunia firlm Holywood ataupun karakter d videogame saja. Di Berlin, German sudah bisa sobat lihat secara langsung dinosaurus tersebut hidup di Natural History Museum. Sebelumnya kita sudah bahas tetang isu Menghidupkan Dinosaurus Secara Nyata Dengan Digital Creative.
Tapi kini peneliti di Museum Sejarah Alam telah setia diciptakan kadal raksasa di virtual reality , sebagai bagian dari kemitraan baru dengan Google . Google Cultural Institute telah bekerja dengan staf museum untuk mengubah arsip ke konten immersive tersedia untuk online gratis.
Sebelumnya museum hanya mampu menampilkan sekitar 25.000 dari 80 juta spesimen. Tapi pengunjung virtual sekarang dapat melihat 300.000 spesimen digital , termasuk fosil dari dinosaurus , mammoth dan dodo , melalui Google .
Direktur Museum Sejarah Alam Sir Michael Dixon mengatakan :" Kami ingin menantang karena banyak orang yang mungkin berpikir berbeda tentang dunia alam , karena sekarang lebih dari sebelumnya , memahami masa lalu kita dan ini dapat membantu membentuk masa depan . "
Teknologi Street View Google memungkinkan pengguna berjalan di sekitar museum jarak jauh dengan gigapixel fotografi menampilkan karya seni di tertandingi rinci .
Timeline interaktif , sementara itu, memandu pemirsa melalui sejarah singkat dari bumi dan tata surya. Selain mendidik pengunjung virtual, staf museum berharap koleksi digital juga akan membantu wawasan ilmiah .
Sir Michael mengatakan keahlian Google telah dengan cepat maju penggunaan museum teknologi : " Ini telah memungkinkan kita untuk mencoba teknologi baru pada tingkat yang jauh lebih cepat dari yang kita bisa lakukan menggunakan pendekatan tradisional ."
" Kami akan melihat bagaimana orang menggunakan konten dan yang akan menginformasikan bagaimana kita menghabiskan uang kita bijaksana dalam digitalisasi konten untuk masa depan . "
Google juga meluncurkan ekspedisi online untuk murid untuk mengalami lembaga seperti Museum Sejarah Alam jarak jauh menggunakan virtual reality.
NHM adalah salah satu 60 museum sejarah alam di seluruh dunia untuk bermitra dengan Institut Kebudayaan Google. Dalam sebuah pernyataan, lembaga direktur Amit Sood mengatakan: "Kami senang untuk bekerja dengan Museum Sejarah Alam dan mitra di seluruh dunia pada proyek-proyek inovatif untuk membawa koleksi mereka yang luar biasa secara online.
"Teknologi dapat digunakan tidak hanya untuk membuat harta museum 'diakses orang di seluruh dunia, tetapi juga untuk menciptakan pengalaman baru bagi museum-penonton."
Sunday, September 4, 2016
Jendela Dunia Animasi Bagi Animator Itu Bernama Buku, Ini Dia 5 Buku Wajib Animator
Ini dia beberapa buku dari ratusan judul buku yang terbaik untuk belajar animasi. Ada berbagai macam buku animasi. Namun, ada 3 buku yang perlu di koleksi dari setiap animator , terlepas dari jenis animator mereka, yaitu :
1. The Animator’s Survival Kit / Richard Williams
Karena Anda harus . Serius . Buku ini adalah primbon animator. Ini benar-benar mencakup dasar-dasar jarak, waktu , berjalan, berjalan, berat badan, antisipasi, tumpang tindih tindakan, mengambil, terhuyung-huyung, dialog, animasi hewan dan banyak lagi. Buku ini akan mengajarkan Anda segala sesuatu yang perlu Anda ketahui untuk memulai pelatihan Anda sebagai animator .
Richard Williams adalah akademi memenangkan penghargaan sutradara bertanggung jawab untuk hits seperti "Who Framed Roger Rabbit " , " The Pink Panther " dan banyak lagi. Dia mendapat pelatihan dari hebat animasi seperti Milt Kahl dan tua-waktu animator Disney lainnya .
2. Cartoon Animation / Preston Blair
Awalnya dirilis pada tahun 1994 , Cartoon Animation ( juga dikenal sebagai " The Preston Blair Book " ) , telah menjadi sumber referensi yang luar biasa untuk menciptakan kartun animasi . Dengan buku ini, Anda akan belajar bagaimana mengembangkan karakter kartun , membuat gerakan dinamis , dan menghidupkan dialog dengan tindakan . Buku ini berfokus pada pengembangan karakter dan mencakup topik seperti membuat garis menarik aksi , waktu , dialog dan lebih . Ini adalah buku yang bagus untuk animasi hewan karena hal itu menunjukkan secara rinci banyak contoh menjiwai berbagai jenis hewan kartun .
Preston Blair adalah seorang animator dominan pada masanya dan bekerja di banyak studio besar seperti Disney dan Hanna Barbera . Dia bekerja pada adegan terkenal di Fantasia asli seperti Bertuah Apprentice dan hippo - tarian buaya .
3. The Illusion of Life / Frank Thomas and Ollie Johnston
Mengapa buku ini ? Ini bukan hanya sebuah buku yang cukup untuk memiliki di rak Anda sehingga Anda dapat terlihat profesional . Buku ini telah dimulai sebagai panduan animasi dan berubah menjadi sebuah survei rinci tentang perkembangan animasi , baik di dalam studio Disney dan di dunia animasi pada umumnya . Ditulis oleh dua dari sembilan orang tua yang mendefinisikan gaya animasi Disney , buku ini membawa pembaca melalui semua langkah itu membawa mereka untuk menemukan dan meneliti metode terbaik animasi . ada konsep yang bagus untuk belajar dari buku ini , tetapi juga penting untuk mengetahui sejarah bagaimana animasi datang untuk menjadi , dan buku ini mencakup baik dalam menakjubkan mendalam .
Frank Thomas dan Ollie Johnston , dua dari sembilan orang tua Disney , bekerja di Disney sejak awal hari dan memberikan kontribusi untuk film seperti Snow White, Pinocchio dan The Jungle buku .
4. Creativity, Inc. / Ed Catmull
Anda ingin kreatif? Anda harus membaca buku ini ditulis oleh Presiden Pixar Ed Catmull .
5.Setting Up Your Shots: Great Camera Moves Every Filmmaker Should Know
Ingin memberikan tampilan filem animasi yang sedap diandang mata? Ini dia buku untuk menyiapkan Shots animasi Anda, setiap Filmmaker harus Anda ketahui.
Itu dia 5 buku yang harus Anda punya di rak-rak rumah dan perpuistakaan kantor Anda. Untuk mendapatkannya sialahkan Anda cari di toko terdekat Anda, jika tidak menyediakan bisa secara online :) Ok selamat berbelanja dan membaca sambil ditemani secangkir kopi atau teh manis :)
Subscribe to:
Comments (Atom)







