Thursday, August 24, 2017

Tidak lagi Animasi Indonesia Sedang Jalan Ditempat dengan Menunggu Telor dan Bisul Pecah



Busyet dech, nyaris 10 bulan kita melewatkan waktu bahagia kita di blog ini, mirip seperti kondisi animasi indonesia saat ini, hanya sementara saja kok hehe...

Banyak sudah yg bilang potensi film animasi indonesia sedang menggeliat. Banyangkan saja, menurut Kementerian Perdagangan mengklaim potensi pasar animasi di Indonesia cukup besar. Hal ini ditunjukkan dari pertumbuhan pasar industri media dan hiburan Indonesia saat ini juga sangat pesat di mana terdapat 826 layar bioskop, 13 stasiun terrestrial televisi, 12 jaringan televisi, dan 20 stasiun televisi berbayar bahkan bisa lebih hingga saat ini.

Bayangkan saja, indonesia adalah miniatur dunia dimana kekayaan alam dan budaya yang luar biasa beragam di Indonesia dapat menjadi inspirasi kreatif dalam menciptakan karya animasi, dan menjadi keunikan yang membedakan dengan produk animasi negara lain. Amazing!

Belum lagi, pertumbuhan jumlah kampus dan sekolah2 digital creative sudah banyak ditambah animator-animator  otodidak, jumlah studio animasi, dan berkembangnya komunitas-komunitas animasi di Indonesia saat ini menunjukan sumber daya kreatif animasi di Indonesia bakal memberikan kemajuan yang amat pasti tuk ke depannya.

Lalu kinipun pemerintah sebagai penyokong kebijakan negarapun ambil sikap untuk segera berbenah dan mencari celah baru guna mendongkrak pertumbuhan industri animasi  di tanah air bahkan dunia. Alhamdulillah, Kini para penggiat animasi  di Indonesia terus bersama-sama membangun industri animasi, hasilnya bisa dilihat dari banyaknya tayangan film-film animasi di tv nasional maupun layar lebar pada beberapa tahun belakangan ini.

Jadi, tidak ada lagi kalimat Animasi Indonesia sedang jalan ditempat dan menunggu telor dan bisul pecah. Karena kita sedang belajar menjadi lebih baik lagi. Karena kita punya cita cita dan tujuan hidup. Dan karena kita adalah manusia yang membuat peradaban di muka bumi ini, yang dengannya bisa memberikan kebahagiaan tuk kita semua. Busyeet dah!

Monday, October 24, 2016

Penasaran, Animasi Itu Dibuat Dengan Apa? Lanjutan

Sebelumnya kita sudah sharing secara global animasi itu dibuat dengan software apa sich? terutama yang 2D nya. Nah, kini pasti sobat bertanya tanya dalam hati yang paling dalam “software apa sih yang paling kece untuk membuat animasi 3D, minimal sekelas film Transformer ?" Busyeed dah! Tenang, ada banyak tinggal dipilih. Namun satu hal yang pasti jika Anda ingin mendapatkan software animasi terbaik, maka mau tak mau Anda juga harus menyiapkan modal yang tak sedikit, karena rata-rata software animasi berharga mulai dari $100 dan bahkan ada yang  diatas $2000 atau sekitar 20 juta lebih. Namun harga yang mahal tentu akan dibarengi dengan kualitas yang handal. Tapi ada loh yang tidak perlu dibeli alias gratis. Ini dia daftar software animasi 3D :

  1. Cinema 4D
  2. Posser
  3. Carrara
  4. Lightwave
  5. Houdini
  6. Autodesk Maya
  7. Autodesk 3Ds Max
  8. Autodesk Softimage
  9. Daz Studio 3D
  10. dan...Blender, ini dia yg geratis alias fee namun powerfull juga :)

demikian 10 software animasi yang biasa digunakan animator yang sedang belajar atau untuk bekerja profesional. Dari sekian banyak software 3D yang mendunia diatas memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sedikit saran dari saya tidak perlu anda kuasai semua sofware diatas, cukup pelajari salah satu sampai mahir saya jamin anda tidak akan menyesal di akherat kelak, wadoouww :) Tertarik untuk mempelajarinya lebih jauh? Mangga :)

Tuesday, September 27, 2016

Tren Ketertarikan Anak Muda pada Dunia Animasi

Menonton film animasi adalah hal lazim untuk para anak-anak,bahkan remaja dan dewasa memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap animasi,mulai dari tv sampai komik,semuanya tak lepas dari alur cerita yang imajinatif dan terkesan heroik,namun tau kah kalian beberapa fakta kini telah didapatkan seputar dampak positif dan negatif dari menonton film animasi,mempengaruhi imajinasi dan kreativitas, yah okelah pasti ini dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan ide.

Dengan menggunakan teknis animasi modern, ilmu-ilmu yang ditampilkan menjadi tampak hebat, dramatik, dan heroik. Wajar apabila banyak disukai oleh anak-anak. Tapi, di lain sisi, harus diakui, sepanjang film ini selalu tak lepas dari adegan kekerasan. Pertempuran yang tak jarang berujung pada pembunuhan, selalu menjadi pilihan dalam menyelesaikan setiap masalah, yang diangkat sebagai inti cerita. Tidak berlebihan apabila orangtua menjadi khawatir. Ingat cerita Shincan dan Tom and Jery? And apasti tahu sendiri alur cerita dan tingkah polanya.

 Lalu bagaimana seharusnya? Film animasi yang bagaimana yang benar-benar ideal untuk anak-anak? Memang sulit untuk menemukannya. Tapi tak menutup kemungkinan, bahwa dampak negatif yang selalu dikhawatirkan masyarakat atas film kartun animasi televisi terhadap anak, bisa diminimalisir.

Lalu bagaimana seharusnya? Film animasi yang bagaimana yang benar-benar ideal untuk anak-anak? Memang sulit untuk menemukannya. Tapi tak menutup kemungkinan, bahwa dampak negatif yang selalu dikhawatirkan masyarakat atas film kartun animasi televisi terhadap anak, bisa diminimalisir.

Mengingat dewasa ini ilmu dan teknik animasi banyak diajarkan secara akademis di perguruan tinggi seni maupun teknik informatika, maka anak bangsa yang handal dan potensial membuat film animasi cukup melimpah. Banyak cerita rakyat dan kisah-kisah budi pekerti yang bisa diaktualisasikan kembali menjadi animasi kartun televisi, sehingga kita tidak dijajah produk film impor, dan tanpa disadari dipaksa untuk permisif terhadap budaya asing melalui setting, istiadat dan perilaku para tokohnya yang belum tentu sesuai dengan budaya Indonesia. komitmen pihak televisi untuk memproduksi film animasi kartun bernuansa budaya lokal, sekaligus sebagai upaya memberdayakan dan mengakomodasi potensi animator dalam negeri.

disisi lain film animasi jutru memberi dampak positif sebagai media pengajaran bagi anak usia dini. Film animasi adalah salah satu media pengajaran yang dapat digunakan untuk menyampaikan bahan ajar pada anak, dengan gambar yang menarik, perhatian anak akan langsung tertuju ke sana sehingga proses pembelajaran dengan menggunakan film animasi akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak.

Thursday, September 22, 2016

1001 Alasan Industri Kreatif Digital Animasi Indonesia Belum Geregetan

Hingga saat ini tahun 2016, Indonesia memiliki potensi industri kreatif digital yang sangat menggembirakan, salah satunya film, musik, animasi dan game. Jika dibanding industri kreatif di bidang Film, Musik, dan Game, Animasi yang paling tertinggal jauh. Untuk musik dan film, kita sudah meretas penayangannya ke negara lain, kecuali film animasi yang benar-benar dibuat industri putra bangsa. Namun kedepan, Indonesia memiliki potensi industri kreatif animasi yang sangat menjanjikan sekali.

Meskipun 'katanya' negeri tercinta kita ini sebenarnya memiliki segudang animator yang handal dan telah menghasilkan karya-karya yang mumpuni, namun pada kenyataannya kita sebagai masyarakat awam samasekali belum pernah merasakan yang namanya "menyaksikan kualitas film karya anak negeri yang layak tonton".

Siapa yang tak kenal dengan film animasi buatan luar negeri yang sering ditayangkan di TV nasional seperti Doraemon, Upin Ipin atau Shaun The Sheep. Di Indonesia, ketiga film itu sempat mendulang popularitas. Lalu kenapa film animasi Indonesia kalah populer.

Insan perfilman animasi Indonesia harusnya sudah berfikir membuat film animasi yang berkualitas dan kompetitif jika ingin mampu bersaing dalam menghadapi gempuran film-film dari luar negeri yang kualitasnya sudah tidak diragukan lagi. Harusnya insan perfilman animasi Indonesia tidak hanya "sekedar" membuat film animasi apalagi sampai "asal" membuat film animasi karena setahuku, biaya pembuatan film animasi itu tidak murah, akan sangat disayangkan jika hasilnya tidak memuaskan.

Ada perspesi lain lagi, begini : karena animator di indonesia hanya mendapatkan gaji yang sangat kecil dibandingkan animator2 di Jepang dan di Amerika karena tugas animator di indonesia cuman dipandang sebelah mata di tambah lagi presepsi orang2 kita yg selalu menganggap serial animasi hanya untuk anak-anak.

Namun kita sangat optimis produk animasi buatan Indonesia bisa bersaing dengan asing. Walaupun ada persepsi karya animasi yang dibuat di industri ini belum dihargai sepenuhnya. Bayangkan saja, dengan modal produksi sekitar 100 jutaan, hanya dihargai 10 juta, ya dengan modal 10 juta oleh pihak TV bisa menayangkan film tersebut. Apalagi ditambah image Animasi Belum dipandang secara serius oleh semua pihak sebagai Media Promosi Kebudayaan dan Kebangsaan. Atau bisa saja ini dikarenakan terbatasnya Pemahaman Bisnis Para Pelaku Industri Animasi iyu sendiri. Inilah yang menyebabkan banyak karya animasi luar yang ditayangkan di TV dibandingkan hasil karya anak bangsa sendiri.

Ok, kedepan kita akan bahas bersama solusi jitu dari tokoh sukses animator dunia agar animasi indonesia dapat berkembang maju. Penasaran?

Wednesday, September 14, 2016

Luar Biasa, Museum Google bersama Natural History Museum menghadirkan Dinosaurus Hidup Hidup
















Kini mahkhuluk hidup berjenis dinosaurus bukan hanya di dalam dunia firlm Holywood ataupun karakter d videogame saja. Di Berlin, German sudah bisa sobat lihat secara langsung dinosaurus tersebut hidup di Natural History Museum. Sebelumnya kita sudah bahas tetang isu Menghidupkan Dinosaurus Secara Nyata Dengan Digital Creative.

Tapi kini peneliti di Museum Sejarah Alam telah setia diciptakan kadal raksasa di virtual reality , sebagai bagian dari kemitraan baru dengan Google . Google Cultural Institute telah bekerja dengan staf museum untuk mengubah arsip ke konten immersive tersedia untuk online gratis.

Sebelumnya museum hanya mampu menampilkan sekitar 25.000 dari 80 juta spesimen. Tapi pengunjung virtual sekarang dapat melihat 300.000 spesimen digital , termasuk fosil dari dinosaurus , mammoth dan dodo , melalui Google .

Direktur Museum Sejarah Alam Sir Michael Dixon mengatakan :" Kami ingin menantang karena banyak orang yang mungkin berpikir berbeda tentang dunia alam , karena sekarang lebih dari sebelumnya , memahami masa lalu kita dan ini dapat membantu membentuk masa depan . "

Teknologi Street View Google memungkinkan pengguna berjalan di sekitar museum jarak jauh dengan gigapixel fotografi menampilkan karya seni di tertandingi rinci .

Timeline interaktif , sementara itu, memandu pemirsa melalui sejarah singkat dari bumi dan tata surya. Selain mendidik pengunjung virtual, staf museum berharap koleksi digital juga akan membantu wawasan ilmiah .

Sir Michael mengatakan keahlian Google telah dengan cepat maju penggunaan museum teknologi : " Ini telah memungkinkan kita untuk mencoba teknologi baru pada tingkat yang jauh lebih cepat dari yang kita bisa lakukan menggunakan pendekatan tradisional ."

" Kami akan melihat bagaimana orang menggunakan konten dan yang akan menginformasikan bagaimana kita menghabiskan uang kita bijaksana dalam digitalisasi konten untuk masa depan . "

Google juga meluncurkan ekspedisi online untuk murid untuk mengalami lembaga seperti Museum Sejarah Alam jarak jauh menggunakan virtual reality.

NHM adalah salah satu 60 museum sejarah alam di seluruh dunia untuk bermitra dengan Institut Kebudayaan Google. Dalam sebuah pernyataan, lembaga direktur Amit Sood mengatakan: "Kami senang untuk bekerja dengan Museum Sejarah Alam dan mitra di seluruh dunia pada proyek-proyek inovatif untuk membawa koleksi mereka yang luar biasa secara online.

"Teknologi dapat digunakan tidak hanya untuk membuat harta museum 'diakses orang di seluruh dunia, tetapi juga untuk menciptakan pengalaman baru bagi museum-penonton."